Gempa Kebumen: Pergerakan Pertemuan 2 Lempeng

Sabtu, 25 Januari 2014 | 15:20

detikNews -Jakarta, Gempa 6,2 SR berpusat di 104 km barat daya Kebumen, Jawa Tengah. Apa penyebab gempa dengan kedalaman 79 km ini dan tidak menimbulkan dampak tsunami ini?

"Lempeng Indo Australia danEurasia selalu bergerak 6-10 cm per tahun. Pergerakan antar 2 lempeng, adadaerah-daerah yang akan patah karena tidak tahan. Itu sebenarnya. Lokasi gempa ini sumber pertemuan dari dua lempeng," ujar 
Suharjono, Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG ketika dihubungi detikcom, Sabtu (25/1/2014).

Menurut Suharjono, gempa tersebut merupakan proses normal. Gempa itu sebagai bentuk pelepasan energi dari pertemuan lempeng. 

Sebelumnya BMKG merevisi skala besaran gempa dari 6,5 SR menjadi 6,2 SR. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

"Setelah menerima laporan dari berbagai stasiun pemantauan, update per jam 12.38 WIB, informasi magnitude 6,2 SR posisi di 8.22 LS-109.22 BT dengan kedalaman 79 km," kata petugas ruang operasional gempa BMKG, Novita ditemui detikcom di kantor BMKG, Jalan Angkasa 2, Kemayoran, Jumat (25/1/2014).

"Setelah itu terjadi 4 kali gempa susulan. BMKG tidak memperingatkan adanya peringatan tsunami," sambung Novita.

Goncangan gempa paling dekat adalah Kroya. Sebuah ibu kota kecamatan di Cilacap atau kurang lebih 10 km dari bibir laut. Skala intensitas di Jogja, Purbalingga, Tasikmalaya, Bantul, Pangandaran dan Cilacap sebesar 3-4 MMI.

"Kota Cirebon 2-3 MMI," ujar Novita. (nik)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar